Selasa, 26 November 2019

Fitur Logging dalam MikroTik


Hallo sobat buletinup.com! Selamat datang! Semoga artikel dibawah ini bisa memberikan manfaat untuk pembaca. Pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang fitur logging dalam MikroTik. Simak penjelasannya dibawah ini.

Fitur LOGGING memberikan peluang agar RouterOS mampu melakukan pencatatan berbagai aktivitas sistem dan informasi status router. Secara otomatis RouterOS akan melakukan pencatatan semua aktifitas dan proses yang dilakukan di router MikroTik dan menyimpan catatan (Log) itu kedalam RAM. Daftar catatan (Log) yang telah tersimpan bisa dilihat pada menu /log.



Log yang berada pada menu /log ini akan hilang saat kita melakukan restart router karena log tersebut hanya disimpan pada RAM.Dalam memecahkan permasalahan jaringan akan lebih efektif apabila sebelumnya kita menganalisa log dari Router untuk mengetahui proses apa saja yang sudah terjadi. Sehingga akan lebih memudahkan dalam memetakan masalah dan menentukan solusi.

Akan ada banyak informasi yang kita dapatkan jika hanya melihat pada menu /log , sehingga besar kemungkinan akan menyulitkan analisa. Untuk itu kita bisa melakukan pengaturan mengenai topic apa saja yang akan dicatat dan akan disimpan atau ditampilkan didalam log tersebut.

Selain disimpan dalam memory (RAM) router, log juga dapat disimpan dalam bentuk file pada storage Router, dikirim via email atau ditampilkan pada perangkat syslog server.

Dibawah ini ada beberapa jenis Log yang ada pada Router MikroTik, yaitu:

1. Tipe Disk
Tipe log ini akan menyimpan log dalam bentuk teks file dan akan disimpan pada storage system dari Router itu sendiri . Kita bisa melakukan pengaturan nama file log saat disimpan pada parameter File Name sesuai keinginan kita. Bisa juga diatur berapa banyak baris log yang akan disimpan dalam setiap file nya,bisa juga diset pada parameter Lines Per file.

2. Tipe Echo
Dengan menggunakan tipe ini log dari Router akan ditampilkan pada New Terminal (winbox) atau pada saat kita meremote dengan CLI (direct console)

3. Tipe email
Log akan dikirim ke email yang sudah kita tentukan sendiri. Agar dapat berfungsi maka sebelumnya kita harus melakukan setting smtp server yang akan kita gunakan di menu /tool email.

4. Tipe Memory
Log akan tersimpan di dalam RAM Router dan bisa kita lihat pada menu Log . Karena hanya disimpan dalam RAM, maka log ini akan terhapus / tidak bisa kita baca lagi setelah router melakukan reboot.

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai fitur Logging dalam MikroTik

Fitur Mangle yang Pintar dalam MikroTik


Hallo sobat! Selamat datang diweb buletinup.com! Pembahasan kita kali ini adalah mengenai Fitur Mangle didalam MikroTik. Mau tau apa itu Fitur Mangle dalam MikroTik? Simak penjelasannya berikut ini.



Fitur Mangle pada mikrotik adalah suatu cara yang digunakan untuk menandai paket data dan koneksi tertentu yang dapat diterapkan dalam fitur mikrotik lainnya, sepeti pada routes, pemisahan bandwidth pada queues, NAT dan filter rules. Tanda yang dimiliki mangle yang ada pada router mikrotik hanya dapat digunakan pada router itu saja. Dan yang perlu diingat adalah proses pembacaan rule mangle ini dilakukan dari urutan pertama atau atas ke urutan bawah.

Ada beberapa jenis penandaan (Mark) yang ada pada Mangle yaitu Packet Mark (Penandaan Paket), Connection Mark (Penandaan Koneksi), dan Routing Mark (Penandaan Routing). Secara default parameter mangle bisa dibagi menjadi beberapa chain dibawah ini, yaitu :

  1. Chain Input digunakan untuk menandai trafik yang masuk menuju ke router mikrotik dan hanya bisa memilih In. Interface saja.
  2. Chain Output digunakan untuk menandai trafik yang keluar melalui router mikrotik dan hanya bisa memilih Out. Interface saja.
  3. Chain Forward digunakan untuk menandai trafik yang keluar masuk melalui router dan dapat memilih In dan Out Interface.
  4. Chain Prerouting digunakan untuk menandai trafik yang masuk menuju dan melalui router (trafik download). Chain ini hanya bisa memilih Out. Interface saja.
  5. Chain Postrouting digunakan untuk menandai trafik yang keluar dan melalui router (trafik upload) dan hanya bisa memilih In. Interface saja.


Dengan beberapa chain diatas, anda bisa menandai trafik baik itu game online, browsing, download dan upload dengan menandai paket data serta koneksinya berdasarkan protocol dan destination portnya yang sudah tersedia didalam fitur Mangle mikrotik. 

Sedangkan jika ingin menandai trafik situs misal facebook dan youtube, anda bisa menambahkan nama situsnya ke kolom Content.

Nah, itulah sedikit pembahasan mengenai Fitur Mangle dalam MikroTik. Semoga bermanfaat untuk sobat buletinup.com..sampai jumpa!

Sabtu, 23 November 2019

Konfigurasi DHCP Server dan DHCP Client pada MikroTik


Hallo sobat wonogonet.com! Selamat dagang di blog kami!

Dizaman yang sudah sangat modern ini, memiliki koneksi internet adalah suatu hal yang wajib ada di setiap sudut dunia. Bahkan, kebutuhan akan internet ini sudah mampu merambah ke seluruh jenjang usia, baik usia muda maupun tua. Namun, apakah Anda tahu hal-hal apa saja yang bisa membuat maupun mempengaruhi sistem kinerja internet Anda? Salah satu hal yang menunjang kelancaran internet adalah sistem pengaturannya. 



Didalam pembahasan kita kali ini,kita membahas salah satu setting internet yaitu mikrotik, didalam mikrotik itu ada banyak sekali hal yang bisa kita setting. Salah Saturn adalah DHCP Server dan DHCP Client. Pada umumnya pengertian dari DHCP Server dan DHCP Client adalah hubungan keduanya, yaitu DHCP Server memberikan pelayanan atau respon dari apa yang dikirimkan oleh DHCP Client, sehingga ada interaksi antara DHCP Server dengan DHCP Client.

Dibawah ini akan dijelaskan bagaimana cara untuk konfigurasi mikrotik pada DHCP Server dan DHCP Client.

Konfigurasi DHCP Server


DHCP server sendiri adalah penyedia layanan berdasarkan apa yang diminta oleh client. DHCP Server bertindak sebagai perangkat yang memberikan peminjaman atas Ip Address, gateway, dan lainnya. DHCP Server sangat cocok digunakan untuk jaringan yang memiliki jumlah pengguna yang tidak tepat atau berubah-ubah. Sehingga memudahkan penyesuaian jaringan terhadap jumlah user yang dinamis. Untuk konfigurasi DHCP Server dapat dilakukan pada menu IP kemudian masuk ke DHCP Server lalu Klik pada DHCP Set Up. Untuk lebih detail ikuti cara dibawah ini:
  1. Tambahkan Ip Address untuk ETH 4 yang akan digunakan sebagai DHCP Server. Masuk ke menu IP lalu klik Addresses.
  2. Kemudian untuk menentukan IP sebagai DHCP Server Caranya adalah dengan masuk ke menu IP pilih DHCP Server, kemudian klik DHCP Setup.
  3. Selanjutnya adalah memilih interface yang akan digunakan sebagai server, lalu klik next
  4. Kemudian pada DHCP Addresses Space secara otomatis akan terisi IP Address jaringan local, lalu klik next
  5. Isikan IP pada Gateway for DHCP Network, IP inilah yang akan menjadi gerbang atau default gateway untuk client , lalu klik next
  6. Tentukan range IP Address klien, range inilah yang nantinya akan menentukan berapa saja IP yang bisa menjadi klien
  7. Isikan IP DNS Server (biasanya menggunakan 8.8.8.8 dan 8.8.4.4) kemudian next
  8. Atur waktu peminjaman IP Address sesuai keinginan
  9. Setup telah selesai

Konfigurasi DHCP Client


DHCP Client sendiri adalah pengguna dari layanan yang diberikan oleh DHCP Server. DHCP Client nantinya akan diberi IP Address otomatis dari pihak server, maka dikatakan DHCP Client adalah perangkat yang menerima atau memggunakan layanan yang diberikan oleh DHCP Server. Tentu saja DHCP Client juga membutuhkan konfigurasi, dibawah ini akan dijelaskan bagaimana cara konfigurasi DHCP Server
  1. Untuk membuat DHCP Client kita perlu men-setting switch agar menjadi client caranya adalah dengan menghubungkan switch dengan ETH 1. Lalu masuk menu IP kemudian pilih DHCP Client, pilih Interface 1 lalu OK
  2. Kemudian tampilan selanjutnya adalah tampilan DHCP Client yang mencari status bound. Setelah status menjadi bound selanjutnya adalah klik OK
  3. Switch siap digunakan dengan IP Address dari server

Nah, itulah cara untuk konfigurasi DHCP Server dan DHCP Client. Semoga bermanfaat untuk sobat wonogonet.com..sampai jumpa!




Jumat, 22 November 2019

Data Rate Management System didalam MikroTik.


Assalamualaikum sobat buletinup.com! Selamat datang di blog kami!

Kali ini kita akan membahas tentang salah satu fitur yang ada di dalam mikrotik yaitu data rate management. Fitur ini berfungsi untuk membantu dalam perhitungan beberapa data yang masuk dari masukan lain.

Data rate adalah sebuah kalkulasi yang memberikan tampilan yang banyak dari nilai data digital yang dapat disalin dan dipindahkan di tempat lain, data ini diambil dari satu lokasi ke lokasi lain dalam satuan detik.Data rate ini sendiri sangat dipengaruhi oleh Kuat dan lemahnya sinyal rate flapping yang terjadi karena adanya rate jump atau dikenal dengan naik-turunnya data rate. Rate flapping sendiri dapat dicegah dengan memperhatikan pemilihan data rate yang lebih rendah agar membuat link tidak naik turun.

Data Rate Management System


Data rate juga memiliki hubungan dengan signaling rate dimana dapat dijabarkan dengan rumus c=R.²logL C sendiri merupakan data rate, R adalah signaling rate serta R merupakan jumlah keadaan logika yang mungkin pada suatu elemen signal. Besaran tersebut biasanya memiliki keterkaitan dengan proses kegiatan transfer data pada komputer. File size atau dikenal dengan berapa besar file dalam komputer biasanya juga sering disebut dengan nama kilobytes, megabytes,gigabytes. Lalu Bagaimana penerapan data rate di Hotspot mikrotik? Simak ulasan berikut ini. 


  1. Pertama Anda buka winbox lalu wireless registration
  2. Penerapan data rate sendiri bisa ditemukan pada TX rate dan RX rate.
  3. Untuk penerapan data rate pada gelombang signal dari mikro aktif
  4. Sampel support pada data rate hotspot login.




Sehingga data rate itu sendiri dalam suatu perangkat pasti ada dan dengan desain yang bervariasi tetapi anda juga tidak boleh melewatkan Bitt yang ditentukan oleh internasional. Data rate ini sendiri juga memiliki keterkaitan dengan manajemen bandwidth mikrotik. Hal itu tidak lain karena keduanya digunakan sebagai limitasi per user dimana memiliki profile yang berbeda-beda. Disamping itu, kita juga dapat melakukan perhitungan dalam binary (tetapi bukan transfer data) gimana menggunakan K sebagai representasi dari 1024. Di bawah ini merupakan contoh perbandingan nya.

1 KB (ONE kilobytes) = 1024 bytes

1MB (ONE Megabytes)= 1024 kilobytes
1GB (ONE GigaBYTES)= 1024 megabytes

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai Data Rate Management System. Semoga bermanfaat untuk sobat buletinup.com..sampai jumpa!

Mengkoneksikan Router MikroTik dengan Jaringan Internet


Hallo sobat buletinup.com! Selamat datang di blog kami!

Kali ini kita akan membahas tentang cara atau proses yang bisa digunakan untuk membuat router MikroTik bisa terkoneksi atau terhubung dengan jaringan internet. Hal ini dikarenakan internet sangat penting saat melakukan setting hotspot pada area kantor, sekolah, maupun gedung. Hotspot sendiri merupakan salah satu jenis jaringan yang mana cara penggunaannya tidak menggunakan kabel atau sering disebut wireless. 



Hotspot banyak digunakan pada area gedung yang memiliki area terbatas dan jumlah pengguna banyak. Hal ini dilakukan supaya jaringan dapat digunakan secara menyeluruh oleh pengguna dalam gedung tersebut dengan mudah disegala lokasi. Namun, hotspot juga memerlukan setting baik dari segi kecepatan akses, jumlah pengguna, maupun keamanannya. Lalu, bagaimana cara atau langkah untuk setting Router MikroTik agar bisa terkoneksi dengan internet agar nantinya bisa digunakan sebagai dasar untuk membuat hotspot? Berikut akan dijelaskan bagaimana caranya.

Pertama adalah proses persiapan alat. Siapkan Router MikroTik RB750, Access Point, komputer berbasis windows, software winbox, dan 3 buah kabel UTP. Siapakan semua alat tersebut, alat-alat itulah yang akan membantu Anda untuk membuat jaringan MikroTik bisa terkoneksi dengan internet. Selanjutnya, kita akan masuk ke langkah-langkahnya.

  1. Lakukan reset pada Router dan Access Point. Hal ini dilakukan agar perangkat bisa membuat konfigurasi baru. Caranya adalah dengan menekan tombol reset pada bagian belakang Router atau dengan konfigurasi reset yang ada di winbox.
  2. Kedua adalah masuk lagi ke winbox dengan cara menekan tiga titik pada kolom Connet to, setelah muncul MAC Address, klik pada MAC Address tersebut lalu klik Connect.
  3. Setelah berhasil masuk ke winbox, langkah yang harus dilakukan adalah megkoneksikan komputer ke jaringan internet. Caranya adalah dengan mengatur konfigurasi pada IP Address, DNS, dan juga gateway. Sambungkan kabel ISP atau internet  ke ether 1 router, kemudian masuk ke menu Ip firewall, ubah nama interface kemudian klik Apply lalu OK. Untuk konfigurasi IP caranya adalah dengan masuk ke menu IP lalu klik tambah, isikan alamat Ip dari interface ISP lalu pilih interface sesuai nama yang diberikan tadi, kemudian klik Apply lalu OK.
  4. Langkah selanjutnya adalah pengaturan Gateway, caranya dengan masuk IP Routes lalu isikan alamat gateway, isikan juga Dst Address nya. Lalu klik Apply dan OK.
  5. Setting DNS. Jangan lupa juga untuk mengaktifkan DNS nya, caranya masuk ke IP DNS masukkan alamat server dan centang pada "Allow Remote Requests". Klik Apply lalu OK.
  6. Setelah Router sudah terkoneksi dengan internet, lakukan konfigurasi jaringan lokal. Caranya adalah dengan menancapkan kabel UTP  ke ether 3 sebagai interface jaringan Lokal. Kemudian masuk ke IP firewall lalu ubah nama interface, isikan juga pilihan ether menjadi ether 3. Lalu klik Apply OK.
  7. Setting IP. Seperti sebelumnya, setting IP dengan masuk ke IP lalu klik tambah, isikan IP sebagai Ip address ether 3, lalu klik Apply OK.
  8. Selanjutnya adalah setting DNS, Caranya adalah masuk ke IP Firewall NAT, lalu klik tambah. Pada bagian chain, isikan srcnat. Pada Out interface isikan ether 1. Pada Action isikan masquerade. Kemudian klik Apply  OK.
  9. Jangan lupa untuk Cek apakah router sudah terkoneksi dengan internet atau belum, caranya adalah dengan melakukan ping google.com pada menu terminal. Apabila sudah reply berarti router MikroTik sudah terkoneksi dengan internet.
  10. Selesai


Nah, itulah cara yang bisa digunakan untuk membuat Router MikroTik terkoneksi dengan internet. Semoga bermanfaat untuk sobat buletinup.com...sampai jumpa!


Kamis, 21 November 2019

Memahami Istilah DHCP Client pada MikroTik


Hallo hallo...selamat datang di blog buletinup.com!

Pembahasan kita kali ini masih membahas seputar internet dan jaringannya yaa. Kali ini kita akan membahas tentang DHCP Client. Nah, sebelum kita masuk ke materi pembahasan berupa DHCP Client, kita akan mempelajari pengertian dari DHCP terlebih dahulu. DHCP merupakan  protokol yang menggunakan basis client dan server sebagai bahan sistem pembagian alamat ip nya. 

DHCP merupakan sebuah protokol yang bisa memberikan alamat Ip secara otomatis pada sebuah komputer. Pada pembahasan sebelumnya kita telah membahas bahwa setiap perangkat haruslah memiliki sebuah alamat ip sebagai identitasnya. Nah, untuk bisa memiliki ip address ini kita bisa menggunakan bantuan dari DHCP yaitu DHCP Server yang akan memberikan alamat otomatis pada perangkat Anda secara otomatis agar bisa tersambung ke jaringan.



Nah, untuk DHCP Client sendiri merupakan sebuah bagian atau rangkaian dari DHCP yang berguna sebagai penerima atau pengguna dari pelayanan yang disediakan oleh DHCP Server. Cara kerja dari DHCP Client adalah Client meminta atau melakukan request kepada DHCP Server untuk diberikan ip, baik itu Ip status maupun Ip dynamic. Kemudian DHCP Server memeriksa apakah Client yang meminta alamat itu layak dan tepat untuk diberi Ip. 

Apabila mencakup ketentuan maka DHCP Server akan otomatis memberikan alamat ip kepada DHCP Client. Biasanya alamat ip yang diberikan itu bersifat ip dynamic. Sistem kerja dari DHCP Server yang memberikan alamat Ip otomatis pada Client ini bersifat menyewa, sehingga jika masa yang ditentukan untuk pemakaian alamat itu habis, DHCP Server secara otomatis pula akan menghentikan "penyewaan" alamatnya kepada DHCP Client.

Nah, lalu apa peran dari DHCP Client?

DHCP Client ini berperan sebagai protokol yang menjalankan DHCP sehingga bisa berkomunikasi dengan DHCP Server. Jadi, dapat dikatakan bahwa DHCP Client merupakan kumpulan pengguna dari alamat-alamat yang disediakan oleh DHCP Server agar bisa tersambung ke dalam sebuah jaringan.

Itulah sedikit pembahasan mengenai DHCP Client. Semoga artikel ini bermanfaat untuk sobat buletinup.com...sampai jumpa!

Belajar Mengenai Routing pada MikroTik


Selamat datang sobat! Selamat datang di buletinup.com! Artikel dibawah ini akan menjelaskan salah satu fitur yang dimiliki oleh mikrotik. Mau tau apa? Simak artikel dibawah ini.

Pembahasan kita kali ini adalah mengenai fitur yang sangat berperan dalam sistem pembagian jaringan, yaitu routing mikrotik. Sebelumnya perlu Anda pahami apa yang dimaksud dengan routing. Routing merupakan tata cara yang digunakan dalam proses pengiriman paket data yang terhubung dari satu network ke network lain. 

Pada satu router, biasanya terdapat satu atau lebih tabel routing yang berguna untuk menyimpan informasi jalur pada saat proses routing terjadi, dimana jalur itu akan digunakan ketika ada pengiriman data melalui router. Pada beberapa kejadian, untuk menuju ke suatu tujuan atau client, router tidak hanya memiliki satu gateway atau gerbang, karena router harus menghubungkan lebih dari satu jaringan yang mempunyai segmen yang berbeda-beda.

Routing pada MikroTik


Nah, lalu bagaimana router melakukan pemilihan jalur gatewaynya? Jenis Gateway mana yang akan dipilih oleh Router untuk menuju ke Server? Ketika ada banyak rule routing, router memiliki cara perhitungan jalur routing yang nantinya akan digunakan oleh router untuk transmisi data. Pemilihan jalur Routing berdasarkan pada beberapa tingkat yaitu dst-address dan distance pada tiap-tiap rule routing.

Pertama, router akan memilih rule routing dengan dst-address yang memiliki spesifik yang sesuai. Lalu Router akan melihat kalkulasi perhitungan nilai pada parameter Distance di tiap-tiap rule routing, semakin sedikit Distance, maka besar kemungkinan rule itu akan digunakan. Apabila ditemukan beberapa rule routing dengan dst-address yang sama atau bahkan spesifik dan distance sama, maka hal itu akan menyebabkan Router memilih dengan Random (round robin).

Nah, itulah sedikit pembahasan mengenai routing mikrotik. Routing mikrotik sangat banyak gunanya dalam sebuah sistem jaringan, ia berperan sebagai pembagi dan pengatur lalu lintas data yang akan masuk maupun data yang akan keluar. Dengan adanya routing mikrotik jalur pengiriman dan penerimaan data atau informasi akan lebih mudah ditemukan, sehingga kecil kemungkinan terjadi lemot atau tabrakan data.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk sobat buletinup.com..sampai jumpa!